PKMM-KKN K3 UNUSA 2026: Meningkatkan Kesehatan, Keselamatan Kerja, dan Nilai-Nilai Keislaman melalui Pengabdian kepada Masyarakat

Tinjauan Kegiatan
 Kegiatan PKMM-KKN K3 UNUSA 2026 merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat yang mengintegrasikan aspek kesehatan, keselamatan kerja, dan pembinaan spiritual. Berdasarkan dokumentasi kegiatan, mahasiswa melaksanakan skrining kesehatan bagi masyarakat, memberikan edukasi mengenai penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) saat penyemprotan pestisida kepada petani, serta mengajar mengaji bagi anak-anak di Desa Hargomulyo.
1. Skrining Kesehatan.
Kegiatan skrining kesehatan bertujuan untuk mengetahui kondisi kesehatan masyarakat secara dini sehingga potensi masalah kesehatan dapat dikenali lebih cepat. Melalui pemeriksaan sederhana dan edukasi kesehatan, masyarakat diharapkan semakin sadar akan pentingnya menjaga kesehatan sebagai upaya pencegahan penyakit.
Dalam perspektif Islam, menjaga kesehatan merupakan bagian dari menjaga amanah yang telah Allah SWT titipkan kepada manusia. Allah SWT berfirman:
"...Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan..."
(QS. Al-Baqarah: 195).
Ayat tersebut mengajarkan bahwa setiap muslim hendaknya berupaya menjaga diri dari hal-hal yang dapat membahayakan kesehatan.
Rasulullah SAW juga bersabda:
"Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada mukmin yang lemah, meskipun pada keduanya terdapat kebaikan."
(HR. Muslim No. 2664).
Hadis ini menunjukkan pentingnya menjaga kesehatan agar seseorang mampu menjalankan ibadah dan aktivitas sehari-hari dengan optimal.
2. Sosialisasi penggunaan APD saat penyemprotan pestisida.
Kegiatan sosialisasi bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat, khususnya petani, mengenai pentingnya penggunaan APD seperti masker respirator, sarung tangan, pakaian pelindung, sepatu boot, dan pelindung mata ketika melakukan penyemprotan pestisida.
Penggunaan APD merupakan salah satu upaya pengendalian risiko dalam Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) untuk mengurangi paparan bahan kimia yang dapat menimbulkan gangguan kesehatan, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.
Dari sudut pandang Islam, menjaga keselamatan diri merupakan bentuk tanggung jawab terhadap nikmat kehidupan yang diberikan Allah SWT. Allah SWT berfirman:
"...Dan janganlah kamu membunuh dirimu. Sesungguhnya Allah Maha Penyayang kepadamu."
(QS. An-Nisa: 29).
Ayat tersebut mengandung makna bahwa setiap manusia berkewajiban menghindari tindakan yang dapat membahayakan dirinya. Oleh karena itu, penggunaan APD bukan hanya merupakan kewajiban dalam penerapan K3, tetapi juga sejalan dengan ajaran Islam yang menganjurkan perlindungan terhadap jiwa (hifzh an-nafs), salah satu tujuan utama syariat (Maqashid Syariah).
Rasulullah SAW juga bersabda:
"Tidak boleh menimbulkan bahaya bagi diri sendiri maupun orang lain."
(HR. Ibnu Majah No. 2340).
Hadis ini menjadi dasar bahwa setiap aktivitas kerja harus dilakukan dengan memperhatikan keselamatan sehingga tidak membahayakan diri sendiri maupun orang lain.
3. Mengajar mengaji
Selain kegiatan kesehatan, mahasiswa juga melaksanakan pembelajaran Al-Qur'an kepada anak-anak sebagai bentuk kontribusi dalam meningkatkan pendidikan agama dan pembentukan karakter.
Kegiatan mengaji tidak hanya bertujuan meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur'an, tetapi juga menanamkan nilai-nilai akhlak, kedisiplinan, dan kecintaan kepada agama sejak usia dini.
Allah SWT berfirman:
"Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan."
(QS. Al-'Alaq: 1).
Ayat ini menunjukkan pentingnya membaca dan menuntut ilmu sebagai dasar kehidupan seorang muslim.
Rasulullah SAW juga bersabda:
"Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar Al-Qur'an dan mengajarkannya."
(HR. Bukhari No. 5027).
Hadis tersebut menjadi motivasi bahwa mengajarkan Al-Qur'an merupakan amal yang sangat mulia dan memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat.
Kesimpulan
Pelaksanaan skrining kesehatan, sosialisasi penggunaan APD saat penyemprotan pestisida, dan kegiatan mengajar mengaji merupakan bentuk pengabdian masyarakat yang mengintegrasikan aspek kesehatan, keselamatan kerja, dan nilai-nilai keislaman. Dari perspektif K3, kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pencegahan penyakit dan keselamatan kerja. Sementara itu, dalam ajaran Islam, menjaga kesehatan, melindungi diri dari bahaya, serta menyebarkan ilmu merupakan bagian dari ibadah yang bernilai pahala. Dengan demikian, kegiatan tersebut tidak hanya memberikan manfaat secara fisik, tetapi juga memperkuat nilai spiritual dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

LOLOS SELEKSI PERTUKARAN MAHASISWA MERDEKA (PMM) TAHUN 2023, MAHASISWA K3 UNUSA, BERANGKAT BELAJAR KE POLITEKNIK NEGERI BATAM SELAMA 1 SEMESTER